Partisipasi Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN)

Main Article Content

Nadia Widya Arum
Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

Pengembangan kelompok tani dilaksanakan dengan menumbuhkan kesadaran para petani, dimana keberadaan kelompok tani tersebut dilakukan dari, oleh dan untuk petani yang didampingi oleh penyuluh pertanian dan dinas setempat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1 ) mendeskripsikan partisipasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam pengembangan Gapoktan Singosari Makmur Jaya, (2) menggali faktor penghambat dan pendukung partisipasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam pengembangan Gapoktan Singosari Makmur Jaya, (3) mengungkap dampak yang ditimbulkan setelah
adanya partisipasi penyuluh pertanian dalam pengembangan Gapoktan Singosari Makmur Jaya. Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo Kabupaten
Boyolali yaitu Gapoktan Singosari Makmur Jaya. Metode analisis yang digunakan, yaitu metode Analysis Interactive Model dari Miles dan Huberman (1992), yaitu pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclutions). Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi penyuluh pertanian dalam pengembangan Gapoktan Singosari Makmur Jaya sudah baik, yaitu penyuluh pertanian aktif mendampingi Gapoktan dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Gapoktan. Faktor pendukung dalam partisipasi penyuluh pertanian yaitu semangat dan keinginan dalam diri penyuluh untuk mengembangkan Gapoktan, motivasi yang tinggi dan keinginan dalam diri petani untuk memperluas wawasan dan pengetahuannya dalam bertani serta dukungan dari pemerintah setempat. Faktor penghambat yaitu jenis kelamin penyuluh pertanian, letak geografis, karakteristik petani, serta tuntutan laporan tertulis penyuluh pertanian yang cukup menyita waktu penyuluh dan sudah menjadi kewajiban penyuluh pertanian. Dampak dalam aspek sumber
daya manusia yaitu peningkatan kualitas SDM, peningkatan kemampuan, keterampilan, dan sikap baik pengurus maupun anggota Gapoktan. Dampak dalam aspek ekonomi seperti biaya produksi yang bisa ditekan dengan adanya bantuan alsintan (alat mesin pertanian)
sehingga pendapatan petani mengalami peningkatan.


Keywords: Participation,, Agricultural Extension,, Gapoktan Development Partisipasi,, Penyuluh Pertanian,, Pengembangan Gapoktan